Assalamu'alaikum warahmatulahiwabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah Allah SWT memberikan kesempatan aku untuk hijrah 40 hari, masih di sekitar jawa barat. Alhamdulillah umat sedang haus akan agama ini, Islam, dan mesjid-mesjid telah bertebaran di seluruh alam asbab pengorbanan Nabi SAW. Dan siapa lagi pemakmur mesjid-mesjid Alllah bila bukan umat Islam sendiri, karena itu seluruh umat Islam di seluruh alam memiliki tanggung jawab untuk memakmurkan amalan agama. Subhanallah dengan hijrah, Allah buktikan betapa hina, bodoh hamba ini dan masih jauh sekali pengorbanan ini yang tiada apa-apanya...Astagfirullah...
Allah SWT dengan segala KekuasaanNya mampu menyelamatkan Nabi Musa dimana kala kelahiran beliau as. pada waktu itu Fir'aun laknatullahalaih sedang melakukan pembunuhan terhadap bayi-bayi yang baru lahir, tetapi ALLAH selamatkan Nabi Musa as. dan Nabi Musa dipelihara di istana Fir'aun hingga menjadi pemuda yang beranjak dewasa. Bagaimana ALLAH SWT beri ilham kepada ibunya Musa, "jatuhkanlah dia (Musa as.) ke sungai (Nil), lalu Kami akan mengembalikan dia sebagai salah seorang rasul."
------------------------------------------------------------------------------------
Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.
Maka dipungutlah ia oleh keluarga Firaun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Firaun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah
Dan berkatalah istri Firaun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedang mereka tiada menyadari.
Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).
Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan: "Ikutilah dia" Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya
Dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuan-perempuan yang mau menyusui (nya) sebelum itu; maka berkatalah saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlulbait yang akan memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?"
Maka Kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya
Dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
QS. AL-QASHASH 7-14-------------------------------------------------------------
Allah SWT buktikan pengorbanan ibunya Musa as, dan akhirnya mengembalikan beliau kepangkuan sang Ibu... demikianlah Allah SWT Maha Kuasa akan membalas pengorbanan hamba-Nya di dunia dan akhirat...
Allah SWT ciptakan bumi ini tidaklah main-main, begitu pula Allah ciptakan Akhirat tidaklah main-main. Karena itu Allah hantar 124.000 para Anbiya, 313 Rasul, 124.000 sahabat bahkan lebih untuk menyampaikan kalimat La Ila ha illallah Muhammadarrasulullah... dan mengenalkan kepada manusia siapa itu ALLAH, bagaimana menjalani kehidupan ini demi keridhaan Allah, bagaimanakah alam akhirat itu.. dst dst... ini menunjukkan perkara agama ini betapa pentingnya, agar seluruh umat manusia selamat di dunia dan akhirat dan terhindar dari siksa api neraka, dan ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT yang menginginkan manusia untuk selalu bersyukur dan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya dan mendapat balasan amal di Surga-Nya...
Semoga Allah turunkan hidayah di seluruh alam dan Islam akan jaya kembali... amin... Dan mewujudkan tiap umat Islam fikir bagaimana manusia seluruh alam bisa selamat dari siksa api neraka, karena bayi yang terakhir lahir pada hari kiamat nanti adalah tanggung jawab Rasullulllah saw sedangkan beliau saw telah wafat >1400 yang lalu, dan sudah tanggung jawab kita yang jauh di dalam lubuk hati yang terdalam yang ada kalimat yang mulia..kalimat La Ila ha illallah Muhammadarrasulullah mengemban tugas mulia sebagai penerus usaha kenabian, karena tidak akan ada lagi nabi hingga kiamat nanti.
Insya Allah 3 hari dalam sebulan 40 hari dalam setahun 4 bulan seumur hidup, kita niatkan berkorban di jalan Allah Khuruj Fi sabilillah ke seluruh alam....
Subhanallah wabihamdihi
Subhanakallahuma Wabihamdika Ashandu'anla Ila ha ila anta astagfiruka wa atubu ilaika....
Yang benar dari Allah, yang salah hanya dari kebodohan hamba yang hina ini
wasalam
ps: dakwah itu mendatangi umat, dan posting ini hanya sebagai informasi yang sedikit saja..
Jumat, Januari 30, 2009
Sabtu, Juli 05, 2008
Dari mana dan mau kemana?
Assalamu'alaikum warahmatulahiwabarakatuh
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, sampai detik ini Allah masih memberikan kesempatan kita untuk hidup.
Seorang teman ketika lewat telepon berbincang dia kabari sedang bantu pernikahan temannya jadi pager bagus, dan aku bilang oh iya bagus lah itu ntar kau dimudahkan pernikahanmu jawabku, ya ya lalu ia dengan tiba-tiba mengingatkanku akan perkara kenikmatan yang Allah berikan. Katanya liat surat Ar-Rahman, Sesungguhnya semua kenikmatan yang kita nikmati Allah akan tanyakan, entah mengapa si fulan tak biasanya begini, Ahh aku pikir ini kehendak Allah... jadilah membuka-buka qur'an, ternyata ada 31 kali di surah Ar-Rahman Allah menanyakan:
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.Ar-Rahman 55:13 dst)
Subhanallah... lama kelamaan aku keasyikan dengan ayat-ayat ini...
Allah ta 'ala pun berfirman:
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ
"Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan" (QS.Ar-Rahman 55:26-27)
----------------------------------------------------------------------
Subhanalloh jadilah aku teringat karkun yang sedang keluar di jalan Allah dan aku kini disibukkan dalam perkara dunia, Subhanallah asbab perbincangan yang berhubungan dengan Allah tadi maka ingatanku terngiang kembali masa-masa yang telah lewat, dan tak terasa umur sudah Alhamdulillah sampai detik ini tapi belumlah apa-apa hamba ini demi agama Allah. Seperti di postingan Ikan Salmon, kita ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Dunia ini Allah ciptakan untuk kita tetapi kita diciptakan untuk akhirat, sampai-sampai Allah menanyakan kepada kita:
فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ
Maka ke manakah kamu akan pergi? (QS.At-Takwiir 81:26)
Bukankah kita ingin ke surga, maka Allah bertanya lagi:
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.." (QS.Ali 'Imran 3:142)
Untuk dapat masuk surga yang selama-lamanya nikmat itu tentu butuh perjuangan, dan kemenangan hanya dapat diperoleh dengan pengorbanan, kemudian Allah pun menawarkan jalan keluar (untuk masuk surganya Allah) kepada orang yang beriman:
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
(QS.Ash Shaff 61:10)
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
(QS.Ash Shaff 61:11)
Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
(QS.Ash Shaff 61:12)
Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
(QS.Ash Shaff 61:13)
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang
(QS.Ash Shaff 61:14)
Jadi berkorban diri kita, harta kita, waktu dan perasaan kita di jalan Allah itu merupakan cara untuk menolong agama Allah, dan perihal ini Allah pun telah berjanji, dan janji Allah itu benar:
"...Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Al Hajj 22:40)
"...dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS.Al-Hadiid 57:25)
Kalau dimisalkan, misalnya ada seorang walikota, maka gajinya diperkirakan sekian persen dari budget kota yang dipimpinnya, begitu juga gubernur maka gajinya berkali-kali lipat dari walikota terus naik hingga presiden semakin besar pula, tetapi perkara menolong Agama Allah ke seluruh alam maka gajinya seluruh alam bahkan Subhanallah lebih lagi karena Allah SWT seperti di Ash Shaff 11-12 diatas Allah akan memberikan ampunan kepada hamba-hambanya dan memasukkan ke dalam surga-Nya. Untuk keluarga saja, semakin kita berkorban untuk keluarga maka Insya Allah keluarga kita akan semakin cinta kepada kita, begitu juga halnya semakin kita berkorban di jalan Allah maka Insya Allah, Allah akan semakin cinta kepada kita dan cinta-Nya Allah kepada hambanya adalah surga-Nya dan kasih sayang-Nya, keridhoan-Nya, jadi seisi dunia ini tidak akan cukup untuk memberikan balasan kecuali di surga nanti. Dan untuk menuju surganya Allah, akan penuh cobaan-cobaan, tarbiah yang semakin menggugurkan dosa dan mendekatkan kita kepada Allah dan yakin bahwa hanya Allah satu-satunya penolong La ila ha illallah :
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS.Al-Baqarah 2:214)
Jadi se-sengsara-sengsara-nya dan seberat-beratnya hidup di dunia, hanya setetes dari kesengsaraan alam kubur, kesengsaraan alam kubur hanya setetes dibanding di padang mahsyar, kemudian jembatan shirat, dan semua itu hanya setetes dari siksa neraka, dan juga dalam hal kenikmatan, dari hal kenikmatan (maaf) berhubungan suami istri itu hanya setetes saja dibandingkan di surga Allah nanti. (Bayan markas bandung sekitar bulan feb 2008 kalau gak salah, bila ada waktu ana akan posting Insya Allah)
Jadi kita ingat-ingat kembali dari mana kita dan mau kemana kita?
Insya Allah 3 hari dalam sebulan 40 hari dalam setahun 4 bulan seumur hidup, kita niatkan berkorban di jalan Allah Khuruj Fi sabilillah ke seluruh alam....
Yang benar dari Allah yang salah atas kebodohan hamba yang hina ini
wasalam
Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah, sampai detik ini Allah masih memberikan kesempatan kita untuk hidup.
Seorang teman ketika lewat telepon berbincang dia kabari sedang bantu pernikahan temannya jadi pager bagus, dan aku bilang oh iya bagus lah itu ntar kau dimudahkan pernikahanmu jawabku, ya ya lalu ia dengan tiba-tiba mengingatkanku akan perkara kenikmatan yang Allah berikan. Katanya liat surat Ar-Rahman, Sesungguhnya semua kenikmatan yang kita nikmati Allah akan tanyakan, entah mengapa si fulan tak biasanya begini, Ahh aku pikir ini kehendak Allah... jadilah membuka-buka qur'an, ternyata ada 31 kali di surah Ar-Rahman Allah menanyakan:
فَبِأَيِّ آلاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.Ar-Rahman 55:13 dst)
Subhanallah... lama kelamaan aku keasyikan dengan ayat-ayat ini...
Allah ta 'ala pun berfirman:
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالإكْرَامِ
"Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan" (QS.Ar-Rahman 55:26-27)
----------------------------------------------------------------------
Subhanalloh jadilah aku teringat karkun yang sedang keluar di jalan Allah dan aku kini disibukkan dalam perkara dunia, Subhanallah asbab perbincangan yang berhubungan dengan Allah tadi maka ingatanku terngiang kembali masa-masa yang telah lewat, dan tak terasa umur sudah Alhamdulillah sampai detik ini tapi belumlah apa-apa hamba ini demi agama Allah. Seperti di postingan Ikan Salmon, kita ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Dunia ini Allah ciptakan untuk kita tetapi kita diciptakan untuk akhirat, sampai-sampai Allah menanyakan kepada kita:
فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ
Maka ke manakah kamu akan pergi? (QS.At-Takwiir 81:26)
Bukankah kita ingin ke surga, maka Allah bertanya lagi:
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.." (QS.Ali 'Imran 3:142)
Untuk dapat masuk surga yang selama-lamanya nikmat itu tentu butuh perjuangan, dan kemenangan hanya dapat diperoleh dengan pengorbanan, kemudian Allah pun menawarkan jalan keluar (untuk masuk surganya Allah) kepada orang yang beriman:
Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
(QS.Ash Shaff 61:10)
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
(QS.Ash Shaff 61:11)
Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar.
(QS.Ash Shaff 61:12)
Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.
(QS.Ash Shaff 61:13)
Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?" Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: "Kamilah penolong-penolong agama Allah", lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang
(QS.Ash Shaff 61:14)
Jadi berkorban diri kita, harta kita, waktu dan perasaan kita di jalan Allah itu merupakan cara untuk menolong agama Allah, dan perihal ini Allah pun telah berjanji, dan janji Allah itu benar:
"...Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Al Hajj 22:40)
"...dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS.Al-Hadiid 57:25)
Kalau dimisalkan, misalnya ada seorang walikota, maka gajinya diperkirakan sekian persen dari budget kota yang dipimpinnya, begitu juga gubernur maka gajinya berkali-kali lipat dari walikota terus naik hingga presiden semakin besar pula, tetapi perkara menolong Agama Allah ke seluruh alam maka gajinya seluruh alam bahkan Subhanallah lebih lagi karena Allah SWT seperti di Ash Shaff 11-12 diatas Allah akan memberikan ampunan kepada hamba-hambanya dan memasukkan ke dalam surga-Nya. Untuk keluarga saja, semakin kita berkorban untuk keluarga maka Insya Allah keluarga kita akan semakin cinta kepada kita, begitu juga halnya semakin kita berkorban di jalan Allah maka Insya Allah, Allah akan semakin cinta kepada kita dan cinta-Nya Allah kepada hambanya adalah surga-Nya dan kasih sayang-Nya, keridhoan-Nya, jadi seisi dunia ini tidak akan cukup untuk memberikan balasan kecuali di surga nanti. Dan untuk menuju surganya Allah, akan penuh cobaan-cobaan, tarbiah yang semakin menggugurkan dosa dan mendekatkan kita kepada Allah dan yakin bahwa hanya Allah satu-satunya penolong La ila ha illallah :
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS.Al-Baqarah 2:214)
Jadi se-sengsara-sengsara-nya dan seberat-beratnya hidup di dunia, hanya setetes dari kesengsaraan alam kubur, kesengsaraan alam kubur hanya setetes dibanding di padang mahsyar, kemudian jembatan shirat, dan semua itu hanya setetes dari siksa neraka, dan juga dalam hal kenikmatan, dari hal kenikmatan (maaf) berhubungan suami istri itu hanya setetes saja dibandingkan di surga Allah nanti. (Bayan markas bandung sekitar bulan feb 2008 kalau gak salah, bila ada waktu ana akan posting Insya Allah)
Jadi kita ingat-ingat kembali dari mana kita dan mau kemana kita?
Insya Allah 3 hari dalam sebulan 40 hari dalam setahun 4 bulan seumur hidup, kita niatkan berkorban di jalan Allah Khuruj Fi sabilillah ke seluruh alam....
Yang benar dari Allah yang salah atas kebodohan hamba yang hina ini
wasalam
Jumat, Juli 04, 2008
Suasana dan keadaan datang dari Allah semata
Assalamu'alaikum Wr Wbr,
Bismillahirrohmanirrohim
Kita selalu lupa bahwa segala sesuatu ada karena izin Allah SWT. Diri kita ini dari tiada menjadi ada, apalah saya ketika tahun 1978 tentulah saya belum lahir, lalu Allah SWT adakan saya dengan asbab proses kelahiran dari perut ibundaku di 1980. Allah mampu adakan sesuatu dengan atau tanpa asbab. Semua masalah datangnya atas kehendak Allah juga. Ada sebuah kisah, seorang suami-istri yang hidup sederhana, tiba-tiba mendapat tawaran yang luar biasa ajib, Bos sang suami memerintahkan si suami tersebut / si fulan untuk menyelesaikan suatu transaksi di negara tetangga, dan bila transaksi sukses maka imbalannya 10% dari jumlah transaksi. Alangkah bahagianya si fulan itu mendapat kesempatan emas (Ini suasana senang datang dari Allah). Kemudian dengan bergegas ia dan istrinya pergi ke bandara, dengan persiapan matang 4 jam sebelum keberangkatan, namun alangkah kagetnya ketika di jalan raya macet total, sehingga butuh beberapa jam untuk tiba di Bandara. (Yang tadinya senang menjadi gelisah/sedih tak menentu : Ini datangnya dari Allah SWT) Kemudian dengan penuh kesal akhirnya tiba di Airport, nah setelah hendak naik, ternyata pesawat telah take off... (Sudah kecewa, Allah tambah kekecewaan tadi..) Lalu dengan sedihnya ia pulang ke rumahnya (Perasaan sedih datang dari Allah SWT) Lalu tibalah suami istri tersebut di rumahnya. Si istri pun duduk termenung sambil meratapi kejadian tersebut dan si fulan merenung di kamarnya. Lalu tiba-tiba beberapa jam kemudian, ada berita dari televisi bahwa Pesawat yang batal ditumpanginya tadi ternyata ada kecelakaan dan meledak di udara, Alhamdulillah si fulan dan istri selamat..(Setelah kecewa berat Allah beri berita gembira) maka dengan perasaan senang sang istri segera menuju kamar si fulan suaminya untuk mengabarkan kabar gembira ini, lalu sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya "Ayah..Ayah..bangun,..." ternyata setelah berusaha dibangunkan sadarlah si istri bahwa sang suami telah meninggal dipanggil Allah SWT.
Sesungguhnya Allah Maha Besar Allah yang ciptakan suasana senang sedih kecewa, Allah yang ciptakan suasana dan keadaan, senantiasa kita berdoa kehadirat ALlah SWT untuk memohon pertolongannya dan berserah diri atas segala ketentuan-Nya.
Demikian Allah akan uji hamba-hambanya sebelum Allah panggil kembali, dan dalam keadaan apa kita kembali? Rasullulah saw bersabda: .'...beramal-lah, karena semuanya dimudahkan untuk menuju takdirnya.." dan kita pun senantiasa islah dari segi apakah kita dimudahkan, apakah perkara dunia/kekayaan/kemaksiatan atau perkara-perkara akhirat, dimana ketika seseorang disibukkan dalam perkara agama maka berbahagialah, karena dalam keadaan ini Allah sedang memuliakan, dan berlaku pula sebaliknya.
Yang benar datang dari Allah SWT yang salah semata karena kebodohan hamba.
Wasalam
Bismillahirrohmanirrohim
Kita selalu lupa bahwa segala sesuatu ada karena izin Allah SWT. Diri kita ini dari tiada menjadi ada, apalah saya ketika tahun 1978 tentulah saya belum lahir, lalu Allah SWT adakan saya dengan asbab proses kelahiran dari perut ibundaku di 1980. Allah mampu adakan sesuatu dengan atau tanpa asbab. Semua masalah datangnya atas kehendak Allah juga. Ada sebuah kisah, seorang suami-istri yang hidup sederhana, tiba-tiba mendapat tawaran yang luar biasa ajib, Bos sang suami memerintahkan si suami tersebut / si fulan untuk menyelesaikan suatu transaksi di negara tetangga, dan bila transaksi sukses maka imbalannya 10% dari jumlah transaksi. Alangkah bahagianya si fulan itu mendapat kesempatan emas (Ini suasana senang datang dari Allah). Kemudian dengan bergegas ia dan istrinya pergi ke bandara, dengan persiapan matang 4 jam sebelum keberangkatan, namun alangkah kagetnya ketika di jalan raya macet total, sehingga butuh beberapa jam untuk tiba di Bandara. (Yang tadinya senang menjadi gelisah/sedih tak menentu : Ini datangnya dari Allah SWT) Kemudian dengan penuh kesal akhirnya tiba di Airport, nah setelah hendak naik, ternyata pesawat telah take off... (Sudah kecewa, Allah tambah kekecewaan tadi..) Lalu dengan sedihnya ia pulang ke rumahnya (Perasaan sedih datang dari Allah SWT) Lalu tibalah suami istri tersebut di rumahnya. Si istri pun duduk termenung sambil meratapi kejadian tersebut dan si fulan merenung di kamarnya. Lalu tiba-tiba beberapa jam kemudian, ada berita dari televisi bahwa Pesawat yang batal ditumpanginya tadi ternyata ada kecelakaan dan meledak di udara, Alhamdulillah si fulan dan istri selamat..(Setelah kecewa berat Allah beri berita gembira) maka dengan perasaan senang sang istri segera menuju kamar si fulan suaminya untuk mengabarkan kabar gembira ini, lalu sambil menggoyang-goyangkan tubuh suaminya "Ayah..Ayah..bangun,..." ternyata setelah berusaha dibangunkan sadarlah si istri bahwa sang suami telah meninggal dipanggil Allah SWT.
Sesungguhnya Allah Maha Besar Allah yang ciptakan suasana senang sedih kecewa, Allah yang ciptakan suasana dan keadaan, senantiasa kita berdoa kehadirat ALlah SWT untuk memohon pertolongannya dan berserah diri atas segala ketentuan-Nya.
Demikian Allah akan uji hamba-hambanya sebelum Allah panggil kembali, dan dalam keadaan apa kita kembali? Rasullulah saw bersabda: .'...beramal-lah, karena semuanya dimudahkan untuk menuju takdirnya.." dan kita pun senantiasa islah dari segi apakah kita dimudahkan, apakah perkara dunia/kekayaan/kemaksiatan atau perkara-perkara akhirat, dimana ketika seseorang disibukkan dalam perkara agama maka berbahagialah, karena dalam keadaan ini Allah sedang memuliakan, dan berlaku pula sebaliknya.
Yang benar datang dari Allah SWT yang salah semata karena kebodohan hamba.
Wasalam
Langganan:
Postingan (Atom)