Senin, Januari 11, 2010

Bayan Masturoh

bayan masturoh


apakah kita menyadari
bahwa saat ini kita berbahagia asbab penderitaan
yang dialami oleh Rasulullah SAW, para sahabat dan sahabiyah?



Apa yang ingin Na sampaikan di bawah ini adalah sebagian kecil dari bayan masturoh yang kemarin Na dengar. Ini yang pertama kalinya Na mendengar bayan masturoh.. subhanallah... langsung banjir air mata ketika mendengar bayan ini..

Sudah ah, daripada banyak omong.. kusampaikan aja ya apa isi bayan masturohnya, insya Allah
(eh tapi sebelumnya maaf, karna apa yg kusampaikan ini sudah dalam bahasaku..mohon dimaklumi ya teman2..)



Bismillahirrahmaanirrahiim,

Di awal bayan, Pak Ustadz mengatakan bahwa sudah sepatutnya kita amat bersyukur dengan nikmat yang Allah SWT sudah berikan pada kita saat ini yaitu nikmat hidayah. Karena dengan hidayah ini, kita bisa mengenal Allah SWT sebagai Rabb kita, sebagai Tuhan kita. Tanpa hidayah, mungkin kita akan menjadikan batu sebagai Rabb kita, pohon sebagai Rabb kita, atau kita menjadikan benda-benda disekitar kita sebagai maksud hidup kita.

Bersyukur kepada Allah karena Allah SWT telah mengisi hati kita dengan kalimat yang lebih berat daripada bumi dan langit, yaitu kalimat " Laa ilaaha illa Allah "

Maksud Allah SWT mengisi hati kita dengan kalimat " Laa ilaaha illa Allah" yaitu Allah SWT ingin agar kita menafikkan seluruh keyakinan-keyakinan kita kepada makhluk, benda atau asbab-asbab yang lain dari dalam hati kita dan yakin hanya kepada Allah SWT..

Allah SWT tak ingin disandingkan dengan kebendaan di hati kita. Coba bayangkan, adakah seorang Raja yang mau duduk di kursi kerajaannya dengan benda lain? Allah SWT akan murka jika Dia disandingkan dengan makhluk atau kebendaan di dalam hati kita

Allah SWT sangat menginginkan agar dalam hati kita tidak ada keyakinan bahwa makanan itu bisa menghilangkan lapar atau air dapat menghilangkan kedahagaan, melainkan kita yakin bahwa hanya Allah SWT lah yang bisa menghilangkan rasa lapar, hanya Allah SWT yang bisa menghilangkan dahaga kita, hanya Allah yang bisa menyembuhkan dan hanya Allah yang bisa memberikan kebahagiaan

Allah SWT telah menghantar para anbiya 'alaihissalam termasuk Rasulullah SAW ke bumi untuk usaha mengajak manusia yakin kepada Allah SWT, memasukkan kebesaran Allah SWT ke setiap hati-hati kita..


Pak Ustadz kemudian mengisahkan tentang kisah Nabi Musa a.s ketika sedang mendapatkan tarbiyah dari Allah SWT, tarbiyah ketika Allah SWT mengajarkan tentang kebesaran-Nya untuk hati nabi Musa a.s

Ketika itu, Allah SWT bertanya, " apa itu yang ada di tanganmu, Wahai Musa? ", lalu dengan ke-takjub-an nya nabi Musa a.s pada tongkatnya, nabi Musa a.s pun menjawab, " ini adalah tongkatku "

Ucapan " ku " dalam kata " tongkatku " membuat Allah SWT tidak suka. Terlebih lagi ketika nabi Musa a.s membangga-banggakan betapa banyak fungsi yang dia dapatkan dari tongkatnya itu. Mulai dari menjadi tempat tumpuan badan, memukul dedaunan di pohon agar menjadi makanan kambing-kambingnya, dan yang lainnya. Sehingga akhirnya, Allah SWT meminta nabi Musa a.s melempar tongkat yang ia banggakan itu dan mengubah tongkat itu menjadi ular yang sangat besar ( seek the full story in here )

Allah SWT tak hantar para anbiyaa a.s untuk mengajarkan umatnya menjadi umat yang pandai membuat baju besi, atau pandai membuat perahu, atau kepandaian lainnya. Tujuan Allah SWT hantar para anbiyaa a.s pada umatnya hanya untuk mengajarkan kebesaran Allah SWT, untuk mengajak manusia yakin hanya kepada Allah SWT..

Pak Ustadz bilang, kita seharusnya kembali bersyukur karena hidup dengan keadaan sudah beragama. Dikisahkan tentang salah satu sahabat, yaitu Umar bin khattab r.a yang ketika ia menoleh ke kanan ia tertawa dan ketika ia menoleh ke kiri ia pun menangis..

Sahabat yang lain yang melihatnya jadi bertanya-tanya, " mengapa engkau begitu? "

Umar r.a menjawab,

Dulu, ketika aku belum beragama (Islam).. aku pernah bepergian, sebelum berangkat aku membuat patung "Tuhan" ku dari makanan. Namun di tengah perjalanan, aku lapar.. tak kutemukan ada makanan lain, kecuali patung " Tuhan" ku itu, lalu.. kumakanlah "Tuhan" ku itu.. itu sebabnya tadi aku tertawa karena mengingat kejadian ini,

Dalam keadaan yang sama, ketika aku belum beragama.. istriku pernah melahirkan seorang anak. Begitu takutnya ia padaku karena ia melahirkan anak perempuan, sehingga ia memperlakukan anakku itu seperti laki-laki. Betapa senangnya hatiku ketika aku mengetahui bahwa aku memiliki anak laki-laki. Saking senangnya, aku pernah membawa anakku pergi jalan-jalan,

Ditengah perjalanan, anakku yang berpenampilan seperti anak laki-laki itu berkata padaku bahwa ia ingin buang air kecil. Disitulah aku mengetahui bahwa anakku sebenarnya adalah perempuan. Tanpa pikir panjang, aku langsung menggali sebuah tanah cukup dalam. Begitu susahnya aku menggali tanah hingga baju dan wajahku penuh dengan debu bercampur tanah. Anakku yang melihat diriku sedang menggali tanah, datang menghampiriku untuk membersihkan keringat dan kotoran-kotoran yang ada di wajahku sampai janggutku juga ia bersihkan...

Tanpa mengetahui apa maksud Ayahnya menggali tanah, Anakku tak bertanya untuk apa aku menggali tanah.. ia hanya sibuk membersihkan wajahku. Tapi.. kebaikan yang ia lakukan padaku tak membuatku mengurung niat untuk menguburnya hidup-hidup..

Aku pun tetap memasukkannya ke dalam lubang itu dan meninggalkannya dalam keadaan ia sedang menjerit-jerit memanggilku...

Itulah sebab mengapa tadi aku menangis.......





Kemudian, Pak Ustadz juga mengisahkan tentang pengorbanan yang telah dilakukan oleh Rasulullah SAW..

Dulu.. sebelum Rasulullah SAW mulai berdakwah, beliau SAW memiliki banyak julukan yang baik-baik. Rasulullah SAW terkenal sebagai pemuda yang dapat dipercaya, jujur, amanah dan sifat-sifat baik lainnya yang memang ada dalam diri Rasulullah SAW. Namun ketika Rasulullah SAW mulai mengerjakan usaha atas agama, panggilan-panggilan itu tak ada lagi... panggilan-panggilan itu bahkan berubah menjadi cacian dan hinaan.. (Na tak sanggup menuliskan apa saja cacian itu... terlalu sakit untuk menulisnya TT____TT )

Jika Rasulullah SAW pulang ke rumahnya sehabis mendakwahi ummatnya, tak jarang pakaian yang beliau SAW kenakan itu menjadi penuh debu bahkan terkadang disertai adanya kotoran-kotoran yang dilempari orang2, atau darah yang mengucur akibat dilempari batu.. ( Allah....... mataku semakin berkaca2...)

Pernah suatu ketika, Rasulullah SAW pulang larut malam karena seharian berusaha untuk berdakwah pada ummatnya. Diketuk pintu rumahnya sekali-dua kali tak ada sahutan, lalu dengan membentangkan kain surbannya, Rasulullah SAW pun tidur di luar rumahnya. Ketika pagi menjelang, terkejutlah istrinya, Khadijah r.ha melihat sang suami tertidur diluar. Lantas, Rasulullah SAW pun langsung bangun dan meminta maaf kepada istrinya,

" Maafkan aku. Aku tak mau mengganggu tidur pulasmu, jadi aku tidur disini semalam "

Subhanallah..................


Pak Ustadz pun juga mengisahkan tentang pengorbanannya Khadijah r.ha,

Pada suatu hari, Rasulullah SAW pulang ke rumah dan melihat istrinya, Khadijah r.ha sedang sibuk menyusui anaknya, Fathimah r.ha. Betapa terkejutnya Rasulullah SAW, ketika mendapati bukan air susu yang keluar dari istrinya melainkan darah...

Setelah menenangkan dan menidurkan anaknya, Khadijah r.ha pun mendatangi suami tercinta. Rasulullah SAW meletakkan kepalanya dalam pangkuan istrinya seraya berkata,

" Wahai istriku, tidakkah engkau merasa menyesal karena memiliki suami sepertiku? dulu sebelum engkau kunikahi, kau adalah janda terkaya disini, kekayaanmu melimpah ruah, namamu terpandang.. tetapi kini, bahkan untuk menyusui anakmu saja kau harus mengeluarkan darah karena tidak ada apa2 lagi yang kau miliki saat ini... "

Dengan lembutnya, Khadijah r.ha menjawab,

" Wahai Rasulullah, jika aku nanti mati dan tidak adalagi harta kekayaan sepeninggalku sedangkan engkau ingin pergi berdakwah menyebrangi lautan.. maka galilah kuburanku.. gunakanlah tulang-tulangku untuk menjadi perahumu... "

Pak Ustadzpun menangis... aku pun menangis.... tak kuasa membendung air mata ini mendengar kisah yang begitu dahsyat...


Pak Ustadz lalu berkata,

Sadarkah kita bahwa saat ini kita berdakwah dengan penuh kemudahan asbab perjuangan-perjuangan para anbiyaa, para sahabat dan sahabiyah.. perjuangan Rasulullah SAW? jika dengan kemudahan-kemudahan ini tetap membuat kita tak mau melanjutkan perjuangan mereka.. apa yang harus kita katakan pada mereka di akhirat nanti?


Apa yang akan kau katakan kepada para janda-janda yang ditinggal mati oleh suaminya yang syahid karena dakwah di jalan Allah ?

Apa yang akan kau katakan kepada anak-anak yang yatim piatu karena kedua orangtuanya syahid di jalan Allah ?

Apa yang akan kau katakan kepada Rasulullah SAW yang sudah mengorbankan segala-galanya untukmu?

Apa yang akan kau katakan kepada Allah SWT ??


Seandainya usaha atas agama ini terus dilakukan maka Allah SWT akan memberikan keberkahan-keberkahan pada kita. Dari keberkahan semasa hidup hingga keberkahan saat kita sudah mati...

Maka sebaiknya kita azzam dalam diri kita, untuk mengorbankan harta, waktu dan diri kita untuk agama Allah... insya Allah


Subhanallah wa bihamdihi, Subhanakallahumma wa bihamdika Asyhadu Allaailaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaih


******************************************************************************

Sebenarnya, masih ada banyak pesan-pesan dari Pak Ustadz yang belum Na sampaikan. Berhubung keterbatasan dari pemilik blog, jadi.. Na tawarkan saja, bagi siapapun yang ingin mendengar bayan masturoh ini, bolehlah kirim komen ke Na dan sertakan email, insya Allah.. nanti Na kirim lewat email..

Oh iya, Pak Ustadz juga menyampaikan pesan untuk para Ibu masturoh..

Berikan dorongan pada suami-suami anda agar lebih banyak berkorban lagi. Ridhoilah kepergiannya untuk berdakwah, disebutkan bahwa air mata seorang istri yang ridho akan kepergian suaminya untuk berdakwah mampu menggetarkan tiang-tiang 'Arsy Allah... (Subhanallah.. betapa bahagianya engkau wahai para ummi..... TT______TT )



Semoga apa yang tertulis dalam postingan ini ada manfaatnya, insya Allah. Mohon maaf dan maklum atas segala kekhilafanku ya teman-teman...





Jadi,
sudah siapkah dirimu untuk berkorban di jalan Allah??

Original from:
http://blognyaitik.blogspot.com/2009/12/bayan-masturoh.html

Minggu, Desember 06, 2009

PESAN MAULANA SA’AD

Kerja Dakwah dibuat dengan 2 perkara :

1. Yakin yang benar

2. Istimaiyat kerja

1. Yakin yang benar ada 2 :

1. Yakin bahwasannya dengan kerja dakwah ini saja yang bisa menyelesaikan masalah-masalah akherat.

2. Yakin bahwasannya dengan kerja ini saja yang bisa menyelamatkan kita dari kerugian-kerugian baik kerugian dunia maupun kerugian akherat.

2. Istimaiyat kerja ada 4 :

1. Dakwah dengan kasih sayang dan lemah lembut

2. Pemaaf

3. Bermusyawarah

4. Istikhlas (tidak ragu-ragu)

Kenapa dunia rusak ?

1. Karena wanitanya rusak, kenapa wanita rusak ?

2. Karena laki-lakinya rusak, kenapa laki-laki rusak ?

3. Karena laki-laki tidak keluar dijalan Allah SWT ?

Kenapa umat rusak ?

1. Tinggalkan dakwah

2. Ada dakwah tapi tidak cara Rasulallah SAW

Tiga perkara yang membuat wanita rusak :

1. Karkun suka makan yang banyak-banyak

2. Karkun suka pakaian yang banyak-banyak

3. Karkun suka buat rumah yang besar-besar

Sehingga wanitanya sibuk memasak, mencuci, membersihkan rumah sehingga lupa untuk berdakwah ,taklim, zikir ibadah, dan mendidik anak secara sunnah.

Kenapa karkun macet :

1. Keletihan / kecapaian.

2. Tersakiti hatinya

Kenapa dakwah terhambat :

1. Karkun kaya takut miskin

2. Karkun miskin ingin kaya

Kenapa karkun rusak :

1. Tidak jaga nisab

2. Tidak buat maqomi

Kenapa karkun dingin :

1. Waktu keluar tidak niat islah diri

2. Waktu pulang tidak jadikan dakwah maksud hidup

Kenapa umat merugi :

1. Tidak paham target hidup

2. Tidak paham maksud hidup

Kenapa karkun lemah , karena waktu keluar tidak tertib


from: palembangopensuse on 1st January 2009

Posted in Muzakaroh Dokumentasi Penulis Waktu 4 bln

Minggu, Agustus 30, 2009

Kado Untuk Istri Tercinta

Catatan berikut aku dapatkan dari seorang teman/seorang awalun yg sudah lama korban...

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

KADO UNTUK ISTRI TERCINTA
-----------------------------------

Kewajiban Manusia Kepada Allah SWT

Salah satu maksud diciptakannya jin dan manusia oleh Allah di muka bumi ini adalah untuk menyempurnakan ibadah kepada-Nya. Kewajiban beribadah ini ditujukan kepada seluruh manusia yang sudah dewasa baik laki-laki maupun perempuan.

Allah SWT berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah (menyembah) pada-Ku”
(Q.S. Adz-Dzariyat 51 : 56)

Shalat adalah ibadah yang terpenting selepas seseorang beriman, sehingga kedudukan shalat ini ibarat kepala pada badan manusia, dan shalat merupakan amal yang pertama kali dihisab pada hari kiamat.


Shalatnya Kaum Wanita

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra. bahwa Raulullah saw. bersabda:
"Apabila seorang perempuan melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan ramadhan, menjaga kemaluannya, dan taat pada suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan."

Shalatnya kaum wanita berbeda dengan kaum laki-laki, kaum wanita tidak diperintahkan shalat berjamaah di masjid seperti kaum laki-laki. Tetapi bagi kaum wanita lebih utama mengerjakan shalatnya di dalam rumahnya sendiri daripada shalatnya dengan berjamaah walaupun di Masjid Nabawi di belakang Rasulullah saw.

Diriwayatkan dari Ummu Humaid istri Abu Humaid as-Saa'idiy r.ha, sesungguhnya ia pernah datang kepada Nabi saw. dan berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya suka shalat bersama engkau." Nabi saw. menjawab, "Aku tahu bahwa engkau memang suka shalat bersamaku. Akan tetapi shalatmu di tempat tidurmu lebih baik daripada shalatmu di kamarmu, shalatmu di kamarmu lebih baik daripada shalatmu di ruang tengah rumahmu, shalatmu di ruangan rumahmu lebih baik daripada shalatmu di masjid jami kaummu dan shalatmu di masjid kummu lebih baik daripada shalatmu di masjidku (Masjid Nabawi)." Berkata Abu Humaid "Lalu istriku menyuruhku membuatkan tempat khusus untuk shalat, lalu dibuatkan untuknya tempat shalat di suatu sudut yang gelap dalam rumahnya. Dan ia senantiasa melakukan shalat di tempat itu hingga menemui ajalnya." (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban - at-Targhib wat-targhib Jilid I hal 225)

Dari Ummu Salamah r.ha dari Rasulullah saw., beliau bersabda:
"Sebaik-baik masjid (tempat shalat) wanita adalah di sudut gelap dalam rumahnya." (HR. Ahmad, Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dan Hakim - at-Targhib wat-targhib Jilid I hal 226)
Dalam hadist lainnya Rasulullah saw. bersabda "Seorang wanita lebih dekat dengan rahmat Allah apabila ia tidak sering keluar rumah dan shalatnya wanita di rumahnya lebih utama daripada shalatnya di masjid."

Batasan Aurat Bagi Seorang Wanita Shalihah
...bersambung

4:46 pm 3-Dec-09

Batasan Aurat Bagi Seorang Wanita Shalihah

Setiap anggota badan seorang perempuan yang haram dilihat oleh laki-laki lain, maka, haram juga bagi perempuan melihat hal yang sama pada laki-laki. Karena itu wajib bagi wanita menutup seluruh tubuhnya dari pandangan laki-laki lain.

Adapun suami, naka ia boleh melihat keseluruhan anggota badan isterinya dan budak perempuannya selain farji, kecuali jika ada keperluan penting. Melihat farji isteri tanpa keperluan yang penting hukumnya makruh.

Dari Abu Musa r.a, Rasullullah saw. bersabda:
Kullu 'ainin zaaniyatun walmar-atu idza....

"Setiap mata (bisa menjadi sebab) seseotang berzina. Dan seorang wanita apabila memakai wewangian kemudian lewat di depan majelis (kaum laki-laki), maka wanita itu telah berbuat begini-begini, yakni berzina. (Sebab laki-laki yang melihatnya dapat tertarik syahwatnya dan timbul pikiran yang macam-macam)."


Allah SWT berfirman:

Walaa taqrabuz zinaa innahuu kaana faahisyatan....

"Dan janganlah kamu sekalian mendekati zina, karena sesungguhnya (mendekati perbuatan zina itu) adalah perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan. (QS. Al-Isra: 32)

Semua anak cucu Adam as. pasti pernah berbuat (mendekati) zina yang masing-masing kadarnya berbeda. Hal ini sesuai dengan sabda Rasullullah saw. :

Kutiba 'alaa ibni Aadama nashiibuhuu minazzinaa....

"Telah ditetapkan atas anak cucu Adam bagiannya dari perbuatan zina yang hal itu tidak bisa tidak. Dua mata zinanya dengan melihat (barang yang dilarang/haram), dua telinga zinanya dengan mendengarkan (hal
yang dilarang/haram), lidah zinanya dengan pembicaraan (yang kotor), tangan zinanya dengan memegang (menyentuh sesuatu yang haram), kaki zinanya dengan berjalan (menuju perbuatan maksiat), dan hati zinanya dengan mengkhayal dang berangan-angan (terhadap kemaksiatan). Sedang semua itu dibenarkan atau dibohongkan oleh farji."

Berzina

Perbuatan zina yang dilakukan oleh manusia adakalanya dengan nyata (yakni dengan bertemunya dua kelamin laki-laki dan perempuan), dan ada yang tidak nyata (misalnya dengan menggunjing, mendengarkan pembicaraan kotor, berjalan menuju gedung bioskop, tangan memegang yang haram dsb.)

Hal yang diperbolehkan dan batasan-batasan melihat aurat seorang wanita

Diperbolehkan melihat anggota tubuh wanita dengan tujuan akan dinikahi, itu pun terbatas pada wajah dan telapak tangannya saja bagi perempuan merdeka. Sedangkan budak (hamba sahaya) boleh dilihat seluruh tubuhnya kecuali pusar hingga lutut.

bersambung....